Wednesday, 16 January 2013

Rindu ayah

Teringat saat anak pertamaku yang masih berumur 4 tahun ku tanya tentang cita-citanya " mas agha besok kalau sudah besar mau menjadi apa? Pak polisi atau pak dokter? "Tanya ku.
Dengan polos dan muka yang lucu sambil tangan kananya menunjuk ke arahku ia menjawab " mas agha ingin jadi ayah.."

Tanpa sadar akupun langsung tertawa dengan jawaban lugunya, dan setelah kupikir ada benarnya juga jawaban anaku itu.

Ya.. seharusnya seorang laki laki kelak akan menjadi seorang ayah, seorang pemimpin dalam rumah tangganya,
menjadi ayah yang hebat, ayah yang selalu ada dihati keluarganya, ayah yang dirindukan kepulanganya, ayah yang jujur, ayah yang menjafi sahabat anak anaknya, ayah yang penyayang, ayah yang tangguh, ayah yang memimpin dengan bijaksana, menjaga keutuhan dan keharmonisan rumah tangga, dan ayah yang selalu merindukan keluarganya disaat jarak memisahkan. Bukan ayah yang pemarah, pembohong, ayah yang kejam, ayah yang tidak tanggung jawab..bukan bukan ayah yang seperti itu.

Walaupun tidak ada hari ayah sebagaimana hari ibu, namun pengorbanan seorang ayah juga sangatlah besar, menafkahi keluarga yang menjadi tanggung jawabnya tak jarang banyak yang membanting tulang demi kebahagiaan keluarga.

Rinduku pada ayah, seorang laki-laki yang kini sudah tidak muda lagi, berjuta sejuta kenangan bersamanya.
begitu kerasnya hidup tak menyurutkan langkahmu, menjemput rezeki yang telah dijanjikan Tuhanya setiap hari dengan sepeda tuanya, lelah....aku rasa sudah tak dirasakanya lagi demi sebuah kelangsungan hidup keluarga.
Rasa bahagia setiap tiba dirumah, istri tercinta menyambut dengan senyum terindahnya dan segelas teh manis, dan anak anak menyambut ini sudah cukup mengobati rasa lelahnya.

Kini rumah yang dulu rame oleh canda dan tangis anak anaknya mulai sepi setelah menginjak dewasa, dan membina keluarga masing-masing, namun kerinduan akan ayah akan selalu ada dihati anak-anaknya.

Tanganmu masih sekasar dahulu tak lagi kekar menandakan kerasnya hidup ini, tak kuasa ku peluk tubuh yang mulai tak perkasa lagi dan kubisikan.."ayah sehat...ayah baik baik sajakan gimana kabar ayah.."

Diamu masih sama seperti dahulu namun dibalik diammu itu aku tahu bahwa engkau begitu menyayangi kami.., dan kamipun dengan sepenuh hati menyayangimu yah....

Aku ingin menjadi ayah sepertimu...
Sebagai mana cucu kecilmu ingin juga menjadi ayah yang hebat sepertimu kelak...

@@@@

Saat jagoan keciku ingin menjadi ayah yang hebat.....terus wujudkan mimpi mimpimu nak...

No comments:

Post a comment

Damai Hati Ini Akan Selalu Ada

Hamparan sawah tandus menghampar sepanjang penglihatan dalam perjalanan ini, musim kemarau masih berlalu entah sampai kapan, bongkah...