Sunday, 18 August 2013

LAMUNAN.....



Lamunan
Senja baru saja bergulir , kerlip lampu-lampu taman di depanku sudah mulai dinyalakan, kuning kemerah-merahan serasa menebar warna ke emasan di sekeliling daun yang tumbuh.
Harum tanah bercampur dengan semerbak wangi aroma adonan roti yang entah kenapa aroma ini begitu menggoda seleraku untuk mencicipi secuil kelezatanya. Melamun adalah sebuah hobby bisa  dibilang begitu karena disetiap saat di tempat sepi  atau pun rame aku biasa melamun, yah… melamun bagiku sebuah kegiatan yang cukup membahagiakan, aku bisa menjadi apapun dalam lamunanku sstttt..jangan bilang bilang bahkan akupun bias menjadi Tuhan dalam lamunanku.
Yang pasti semuanya hanya omong kosong saja dalam kenyataannya aku tetap saja menjadi diriku sendiri, menjadi Tuhan dalam kenyataan aku bisa- bisa dihujat atau bahkan dibunuh oleh para pemuja Tuhan, namun anehnya banyak para pemuja Tuhan justru menghianati pujaanya , mengesampingkanya atau pura-pura melupakanya bahkan menggantinya dengan pujaan yang baru. Kalian tahu itu…Tuhan telah tergantikan dengan uang, jabatan dan kedudukan, perempuan, kehormatan dan entah apa lagi bentuk penghianatan terhadap Tuhan.
Kegilaan akan pujaanya melupakan hakekat sebenarnya apa yang dipuja, ah ….merekalah orang-orang yang lalai dan tersesat.. hushhh sebarangan kalau ngomong…!!! Tapi sekali lagi jangan bilang orang-orang apakah kita tidak termasuk kedalam orang –orang tersesat itu,,?hihi…hanya kita yang tahu.
@@

Secangkir kopi senja ini cukup membuat otakku lebih encer dari biasanya terbukti  tulisanku dalam keybord notebookku lancar seirama dengan tarian jari jemariku yang sedikitpun aku enggan untuk memberhentikanya, kubiarkan ia terus menari-nari seirama bunyi tut tut dan munculnya rangkaian huruf , rangkaian kata yang membuat susunan kalimat demi kaliamat menghiasi layar monitorku.

Ku hentikan sejenak tarian jemariku…ku sruput dan kurasakan aroma dan lembut rasa vanilla latte dalam cangkir putih ini..ehhmmm…..nikmat ini yang ku rasakan, masih ada puluhan sruputan lagi sebelum cairan pekat dalam cangkir ini benar-benar habis.
Jariku pun memulai tarianya lagi…

Kini kita berbicara tentang hidup ah tapi kanyaknya terlalu berat harus berpanjang –panjang kita bicara tentang hidup , inget pesan emak saat meberi wejangan tentang hidup “ le…hidup itu singakat ibarat kata kita hanya mapir istirahat sebentar didalam dunia ini dan akan meneruskan dikehidupan yang hakiki” kata emakku

Jujur aku begitu lama mencerna makna dibalik kata kata itu…hidup untuk hidup lagi..namun hidup ahir yang kekal dan hakiki. Kata kata itu baru terlihat jelas saat tidak sengaja ya tidak sengaja aku mendengarkan ceramah dari seorang ustad di tv, bahwa kelak setelah kehidupan dunia berahir, akan ada kehidupan lagi , orang –orang dibangkitkan kembali dan dimintai pertanggung jawabannya selama hidup di dunia fana, kebaikan yang ia lakukan akan berbuah manis dikehidupan mendatang sebaliknya keburukan yang kita lakukan juga berbuah pahit dan siksa dan azab menunggu dikehidupannya kelak. Bahkan kata ustad itu kebaikan dan keburukan sebesar biji sawi atau atom pun tidak luput dari pertanggung jawabanya. Hahhh ngeri aku membayangkanya.

Ngeri karena betapa hidupku penuh dengan keburukan entah itu kesombongan ku, kebodohanku, kecurangganku, kedustaanku..andai saja dalam hidupku ditimbang kebaikan dan keburukan  yang ku lakukan… ahh entahlah mana yang lebih berat. Masih ada sedikit sisa hidupku dan kuniatkan untuk mencari  kebaikan yah buat nambah –nambah timbangan amal baiku kelak. Walaupun aku tahu setan pasti tidak rela aku berubah..

Melihat sebagian orang-orang di negri ini rasanya mereka juga tidak sadar bahwa hidup hanya sebentar atau malah dia memanfaatkan hidup yang sebentar ini, mumpung masih hidup berbuat sesukanya, mencuri, merapok, korupsi,  menyuap, menjilat ahhh…acaman Tuhanya pun di kesampingkan .
Ya sudahlah ini urusan kalian denga Tuhan kalian juga toh aku juga tidak bias berbuat banyak membantu atau memintakan Tuhan untuk tidak mengazabmu..

Ahhh samapai lupa baru satu sruputan vanilla lateku ini sruputan yang kesekian kali sedikit lebih dingin dari sebelumnya , panasnya mulai menguap tapi aroma dan rasa serta kelembutanya masih memanjakan lidahku ingin ku teguk langsung semua biar lekas selesai lamunanku, namun rasanya sayang harus menyelesaikan kenikmatan ini. Biar ku ulur sebentar lebih lama , lagian malam juga masih belum terlalu larut, dan café kecil ini masih menyisakan beberapa pengunjung yang asik dengan buku dan gadget nya masing-masing. Sekali lagi tarian jemariku berhenti sesaat..diam member kesempatan mataku untuk m elihat pengunjung kafe ini.
Kuarahkan pandanganku kesekelilingku mencari suasana baru setelah sekian lama focus denga layar monitor dan hal hal yang memberatkan dalam tulisan. Gadis manis diujung café duduk sendiri sambil menikmati secangkir kopi nya , diam melamun sesekali meneguk kopi , merasakanya aku bias melihat bahwa dia bener bener menikmati cairan dalam cangkir tersebut.

Di bangku kedua setelah gadis tersebut terlihat bapak tua yang juga menikmati secangkir kopi sambil membaca buku tebalnya..sesekali menyruput kopinya tanpa menghentikan aktifitas membaca. Perpaduan yang serasi antara aktifitas membaca dengan minum kopi dan entah kenapa aku sering memadukan hal –hal tersebut dalam diriku misalnya seperti pada bapak tersebut membaca  sambil minum kopi, menulis sambil minum kopi, bahkan melamun, nongkrong, pun aku biasa minum kopi. Walaupun sebenarnya aku bukan penikmat kopi yang fanatik, ya hanya jenis-jenis tertentu saja dan kopi yang ku minumpun tidak mahal -mahal amat bisa dibilang murah. Menikmati hidup atau sekedar melepas lelah setelah seharian beraktifitas.

Dan ada lagi sepasang muda mudi yang aku rasa sebagai pasanga kekasih  yang sedari tadi senyam senyum , bercanda denga berbisik takut terdengar orang yang berada di caffe ini..yah mungkin semacam rayuan-rayuan gombal pemuda tersebut hingga membuat geli pasanganya. Lagi-lagi 2 cangkir yang sama dengan cangkirku, cangkir bapak tua dan cangkir gadis disana. Entah jenis kopi apa yang mereka minum namun yang pasti mereka nyaman denga keadaan dan kesuyian caffe ini senyaman yang aku rasa.

Kusruput lagi vanilla late ku yang tinggal sedikit lagi, setelah fikiranku mentok untuk mencari kata –kata yang tepat, dan setelah jari-jariku diam terlalau lama diatas keybord itu bertanda semuanya sudah berahir, memaksakan menulis pun otakku sudah tidak bisa .

Saat nya menikmati sisa sisa kopi sampai suruputan terahir sambil mendengarkan lantunan musik sebelah…musik penenang jiwa yang gundah, pas dan nikmatnya begitu terasa. Mendayu sedu….
Hanya tinggal cangkir kosong…setelah sekian lama hanya bengong menikmati malam, melayangkan dan memamanjakan angan biar bebas berkeliaran kedunianya, memberikan kebebasan setelah hidup dalam kekangan waktu.. dan aku rasa anganku terbuai dalamkebebasanya menari bahagia tertawa dalam kesendirianya. Memancing ide ide segarnya atau apalah namanya.

Melamun tentang mimpi, tentang gadis manis di meja sebelah, tentang pasangan pemuda, tentang bapak tua dan tentang Tuhan.
Tapi ya semua hanya lamunan kosong, lamunan pelantun jiwa yang sedang kosong..gak berarti dan hanya sebuah lamunan dari pemuda tolol. Selagi melamun masih geratis…maka jangan ragu untuk melamun..” saran ku mengahiri tulisanku ini.


Bekasi, 18 agustus 2013, kontrakan reot.

No comments:

Post a comment

Damai Hati Ini Akan Selalu Ada

Hamparan sawah tandus menghampar sepanjang penglihatan dalam perjalanan ini, musim kemarau masih berlalu entah sampai kapan, bongkah...