Saturday, 14 September 2013

Sepatu (convers ) Tuaku…



Ada satu hal yang selalu menemani setiap langkahku, disaat aku berpetualang dan mencari tempat-tempat yang baru.
Menjadi pelindung  setiap langkahku dan aku merasa nyaman olehnya.

Warna putih coklat yang telah pudar oleh banyaknya debu yang menempel semakin kumal dan makin nyaman melindungiku.

Sepatu tuaku masih terlihat gagah walaupun kini terlihat semakin tua dengan jahitan dan tambalan di kanan kiri untuk menutupi luka robeknya.
Terkadang aku melihatnya ia bersedih setelah sekian lama aku diamkan dirinya di rak sepatuku.

Dan seolah dia bertanya “kapan kita akan jalan lagi? masihkah aku akan kau ajak untuk menemanimu?

Ach, sepatu tuaku ingin rasanya aku menyentuhmu, membersihkanmu dari debu-debu jalanan, mebuatmu lebih bersinar, akan tetapi masih saja kau menolak seperti biasanya.

“Biarkan air hujan dengan sendirinya membasuhku, aku lebih nyaman dengan ini, biarkan debu-debu jalanan menemaniku, debu gunung, dan debu daerah-daerah baru menjadi bagianku.

Aku akan lebih tahu menghargai kehidupan, aku akan lebih tahu betapa indahnya alam saat aku melalui perjalanan dan petualangan bersamamu.

“Besok kita berpetualang bersama” janjiku suatu saat.

Dan ku lihat sepatu (convers ) tuaku  tersenyum, kulihat kebahagian yang lama dinantikanya.
Dan ku dengar bisiknya” siap boss aku bersamamu”.


No comments:

Post a comment

Damai Hati Ini Akan Selalu Ada

Hamparan sawah tandus menghampar sepanjang penglihatan dalam perjalanan ini, musim kemarau masih berlalu entah sampai kapan, bongkah...