Tuesday, 3 September 2013

Untukmu penulis



Untukmu penulis



Selamat pagi penulis…..apa kabarmu hari ini..?masih sibukkah kamu dengan tulisan-tulisan penyejuk hatimu..kangen rasanya aku ingin membaca hasil karyamu..

Masih setia kah engkau dengan komputer tuamu,duduk di depanya dengan bersanding secangkir kopi didalam cangkir tuamu
Malam-malammu adalah perenungan,perenungan akan sebuah hidup dan aku tahu
Hanya komputer tua menemanimu,..ia adalah sahabat malammu sahabat kesendirianmu
Entah sudah malam keberapa yang telah engkau habiskan….untuk sebuah untaian kata
Tak lelah kau dengan semuanya..aku tahu itu duniamu dan aku tidak bisa mengerti dan memahaminya hanya dirimu dan kebisuan angina malam yang pasti tahu.

Ribuan bintang di langit sana pun tersenyum melihat apa yang kau lakukan..hanya duduk diam , memandang monitor komputer tuamu, sesekali kau teguk kopi manismu dan jarimu sibuk merangkai huruf-huruf untuk kau bentuk menjadi sebuah kalimat indah.
Aku tahu itu duniamu…inginku menyelami bersama imajinasimu terbang bersama luasnya duniamu dan aku akan mencoba memahaminya

Inginku rasakan berteman dengan malam, dengan lembut angin malam yang selalu membuai,bercengkrama dengan nyanyian binatang malam.
Ku coba teguk kopi manismu, dan kurasakan nikmat saat duduk di depan komputer bersama imajinasi bebasku, bebas tanpa batas

Ternyata duniamu adalah dunia tersendiri dan tidak semua orang memahaminya…hanya orang-orang sepertimulah yang pasti tahu akan sebuah kata bijak dalam hidup.
Mencoba menyapa dunia, memahami, dan berteman dengan semuanya..
Dan kau bisa rasakan  cara burung terbang,cara angin mengoyangkan pucuk-pucuk pohon…dan semuanya bisa engkau pahami, dengan tulisan mu kau kabarkan kebebasanmu.

Aku mencoba menyelami lautan nasehatmu ,menyelami kebebasanmu terbang  bersama awan putih.namun semuanya seolah hampa dan aku terjatuh sebelum terbang.
Sulit kupahami kehidupanmu..pikiranmu yang ada aku hanya terdiam dalam kebodohanku

“Teruslah menulis nak…apa yang kau rasakan dalam hatimu tulislah,,,,” pesanmu beberapa waktu lalu untukku.
Bukan untukku tapi untuk mereka orang-orang yang mempunyai dunia lain bukan hanya dunia sempit ini yang penuh akan kemunafikan.

Buatlah duniamu…walaupun hanya sebuah khayalan, sebuah imajinasi , sebuah cerita karena kau akan memiliki duniamu yang lain, tidak hanya duniamu yang kau tempati sekarang.

Aku ingat semua akan petuah-2mu walaupun akau harus merasa semua yang aku tulis terasa hampa, tidak bermakna seperti tulisan-tulisanmu
Tulislah…tulislah…akan kau temukan makna dengan sendirinya saat jiwamu dalam keheningan semuanya akan mengalir denagan sendirinya..
Cobalah ntuk membuat dunia lainmu…nak.
Itu yang membuatku sedikit terhibur..saat akau dalam kebimbangan membuat dunia lainku.
Yah…aku memang harus mencoba dan terus untuk menulis…hingga lautan tinta mengering atau jari-jari tanganku kaku aku akan mencobanya.
Demi sebuah cita-cita yang pasti akan aku raih sebuah cita-cinta untuk menjadi seorang penulis…

No comments:

Post a comment

Damai Hati Ini Akan Selalu Ada

Hamparan sawah tandus menghampar sepanjang penglihatan dalam perjalanan ini, musim kemarau masih berlalu entah sampai kapan, bongkah...