Monday, 29 September 2014

Kesepian Di Dalam Keramaian




Suasana begitu riuh di sebuah pusat perbelanjaan, namun keriuhan itu tak meramaikan Susana hati bagi teman-teman terbaiku. Ada perasaan hilang dan kesepian dalam hati mereka.

Mengingat malam ini malam yang sangat sakral bagi mereka muda-mudi yang berpasangan, untuk  melepas lelah dan jenuh selama seminggu kebelakang.  ini  malam untuk mereka bersosialita, memadu  kasih dan saling mengumbar rayuan. Tapi tidak untuk mereka berlima yang duduk di sebuah kedai kopi malam ini.

Cinta, banyak yang datang dan pergi dengan sendirinya, mengusik hati dan perasaan diantara sesama, ada sedih, tangis, tawa dan bahagia semua karena cinta, bukan berarti  mereka belum pernah sama sekali  merasakan cinta, namun dalam kondisi saat ini mereka bebas seperti layaknya burung-burung yang terbang, mereka masih menantikan datangnya sebuah peri  kecil belahan hatinya yang entah kapan akan hadir dalam lama penantian.

Melewati malam minggu penuh warna bersama sahabat, menikmati malam dan sruputan capuccino sesekali memandang dikeramaian, bercanda, berharap ada sebuah kejutan tentang hadirnya gadis-gadis pujaan hati, namun harapan tinggalah sebuah pengharapan semu. Hati mereka tetap sepi meski di dalam keramaian.

Walau begitu, bagiku mereka adalah sahabat -sahabat baikku, pejuang cinta yang tangguh, walaupun dalam hati kecil mereka berkata "ini harus cepat berlalu aku sudah bosan dengan kesendirian ini, ingin ku usir semua sepi, gelisah yang kian hari semakin menghujam dan ingin rasanya ku angkat kedua tanganku dan berbisik "aku lelahh....".

Tuhan jangan siksa aku dengan kesepian hati ini” pintanya.

Kopi pahit dan mahal ini (untuk ukuran kami yang biasa ngopi saset), Sungguh harga yang terlalu, tidak sepadan dengan rasanya, bukan salah kopinya yang mahal namun salahkan lidah ini yang baru pertama mencicipi kopi mahal hambar jadinya.

Ngopi bagi mereka cukuplah di angkringan pak Mun di pingiran kota, berteman tukang ojek dan becak sambil mencari inspirasi dari cerita mereka dan selanjutnya sejenak untuk ditulis.

Atau terkadang sambil berkeluh kesah tentang hidup, mimpi dan cinta, menikmati sejenak dingin malam.

Mereka  bukan tergolong pencinta kopi, namun mereka akan mencoba mencintainya dan ini harus dibiasakan. Menikmati kopi dari satu kedai ke kedai kopi lain, dari satu jenis kopi ke jenis lain merasakannya dan menengguk ramuan istimewa racun hitamnya. Dari yang murah sampai harga selangit dan pastinya disetiap singgahan langkah menuju kota, desa, daerah baru mereka akan mencoba untuk mencicipi aroma kopi lokalnya dan ini adalah panggilan hati untuk sebuah kebahagian yang  mereka rasa.

Menjadikan diri menjadi pemburu aroma kopi, pejalan, menggali sisi- sisi rahasia dari secangkir racikan kopi, memudarkanya dan merasakan sensasi yang hanya orang-orang penyuka kopi yang bisa mengatakanya.

Bagi mereka secangkir kopi cukup bisa membunuh kesepian hati, kesunyian hidup, dan setidaknya menghibur diri sendiri dari kejamnya  dunia terutama percintaan.

Buat sahabat, kawan dan saudara ku tulis saat kebersamaan itu hadir setelah sekian lama tak bersua, menikmati kopi istimewa ini sambil terus mencari aroma kopi lokalnya.

Dan mari kita berdoa bersama semoga kesepian hati ini akan segera berahir.
Amiin..:-)


No comments:

Post a comment

Damai Hati Ini Akan Selalu Ada

Hamparan sawah tandus menghampar sepanjang penglihatan dalam perjalanan ini, musim kemarau masih berlalu entah sampai kapan, bongkah...