Saturday, 14 February 2015

Perjumpaan

Matahari belum sepenuhnya muncul saat aku sampai di desa indah ini,Desa penuh kedamaian dengan pemandangan alam yang menakjubkan.

Di depan rumah sambutan anak- anakku yang masih berbalut jaket dengan sejuta senyumnya menghangatkan suasana pagi ku .

"ayahhh pulang, ayahhh pulang" katanya.

Sebuah kebahagiaan tersendiri bagiku, dan  hal ini merupakan moment yang paling membahagiakan antara aku dengan anak -anak ku, perjumpaan yang setelah sekian lama tertunda.

Peluk erat, melepas segala kangen,ini merupakan waktu bagi ku dan anak- anak untuk bermain, belajar dan berpetualang bersama untuk 5 hari kedepan.

Waktu adalah sebuah kebersamaan untuk bersama -sama belajar menulis, merakit mainan, belajar sholat, memotret dan banyak lagi hal yang kita lakukan selama ayah bersama kalian.

Menghantarkan sekolah setiap pagi, menungguinya dan bermain bersama.
Ada rasa rindu yang dalam antara aku dengan jagoan dan bidadari kecilku...gelayut manjanya untuk seminggu kedepan akan mewarnai hari hariku, lengkap sudah kebahagian yang aku rasa dengan kehadirannya.

Kenakalan -kenakalan kecilnya, merajuknya dan marahnya melatihku untuk bersikap sabar dalam menghadapi semua.

Mungkin bagi sebagian orang kedekatan dan kebersamaan dengan anak- anaknya merupakan hal yang biasa , namun bagi ku kedekatan ku dengan si kecil merupakan moment yang aku tunggu dan paling membahagiakan dalam setiap langkah hidupku, mengingat tidak setiap hari aku bisa sedekat ini.

Biarlah perjumpaan ini kami yang rasa, akan kami buat sebagai potongan mozaik dalam dinding kehidupan yang akan terus kami jalani... dan Begitulah kami memaknai setiap perjumpaan yang hadir dalam setiap langkah hidup.

No comments:

Post a comment

Damai Hati Ini Akan Selalu Ada

Hamparan sawah tandus menghampar sepanjang penglihatan dalam perjalanan ini, musim kemarau masih berlalu entah sampai kapan, bongkah...