Tuesday, 23 June 2015

Kembali Sunyinya Rumah Mbah Ni

Tantangan #NulisRandom hari ke-24

Rumah yang biasanya sunyi dan sepi ini kini nampak ramai oleh tawa dan canda cucu-cucu tercintanya, ya… dua cucunya dari magelang dan dua cucunya dari bantul datang bersamaan dalam rangka liburan sekolahnya, ada kebahagiaan dan senyum yang terpancar dari raut wajah Mbah Ni dan Kakung Sleman ketika melihat cucu-cucunya sudah mulai tumbuh dengan sempurna dan menggemaskan.

Bagi Mbah Ni dan kakung moment ini adalah moment yang selalu ditunggu-tunggu setiap  waktu, menginggat perjumpaan Mbah Ni dan cucu-cucunya terbatas, ia akan rela bermain bersama cucu-cucu tersayangnya walaupun lelah, namun ia akan terus bermain besama , belajar bersama , bercerita dan mengajaknya berkeliling  kebun di halaman rumah yang luas ini.

Seharian penuh bermain dengan cucu-cucunya ,mungkin ia merasa lelah, namun aku yakin ia tidak merasakan keletihannya, wajah –wajah ceria cucunya mengobati semua lelah yang ia rasa, raut kebahagiaan manakala menatap cucu-cucunya bermain bersama.

Begitu pula dengan ke empat cucu tercintanya, merekapun bahagia berjumpa dan berlibur di rumah mbahnya, manjanya, sayangnya akan mewarnai hari-hari Mbah ni dan kakung untuk beberapa hari kedepan.

Bermain disetiap waktu, naik kereta odong-odong bersama, bernyanyi, menari, tertawa mengisi hari-hari dalam rumah  yang biasanya sepi dan sunyi.

Keramaian akan hadirnya cucu-cucunya adalah sebuah kebahagiaan tersendiri yang susah untuk diutarakan, kebahagiaan bertemu cucunya, rasa kasih sayang antara mbah dan cucunya sangatlah kuat bagi Mbah ni, ada kasih sayang yang tumbuh dan akan semakin tumbuh seiring tumbuh dan berkembangnya sang cucu.

Tidak begitu lama memang keriuhan dan keramaian rumah Mbah ni berlangsung, hanya seminggu namun semuanya cukup membekas dalam ingatan cucunya kelak ketika  mereka beranjak dewasa,.

Waktu terus berlalu, keramaian dengan canda tawa cucu-cucunya pun terus berlanjut hingga sampailah dihari terahir perjumpaan, rumah luas ini akan kembali sunyi tanpa ada canda dan tawanya lagi, ada gurat kesedihan yang terpancar dan ia rasakan, kangenya akan cucu-cucunya masih belum sepenuhnya terobati, namun ia percaya kelak semua kebersamaan, kenangan-kenangan bersama akan selalu dikenang dan dirindukan oleh cucu-cucu tersayangya.

Rumah ini kembali sunyi dan senyap hanya ada bayang-bayang canda dan tawa yang masih tertinggal sesaat, menemani kembali lalu hilang dan lenyap tertelan oleh sang waktu, tanpa sadar ia meneteskan air matanya , kangen yang ia rasakan.

Dalam tangis kangennya terselip doa-doa untuk cucu-cucu tersayangnya, semoga kelak menjadi anak yang berguna bagi agama , bangsa dan keluarga…” lirih pintanya.

Perlahan ia hapus air matanya dan tersenyum dalam bahagia, menunggu waktu untuk mengulangi kebersamaan lagi.
Rumah ini pun kembali seperti sediakala sunyi dan damai mengkuti berlalunya sang waktu…

Jogja, 13/5/15

No comments:

Post a comment

Damai Hati Ini Akan Selalu Ada

Hamparan sawah tandus menghampar sepanjang penglihatan dalam perjalanan ini, musim kemarau masih berlalu entah sampai kapan, bongkah...