Wednesday, 24 June 2015

Tunjuk Satu Bintangmu



Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Kompetisi Menulis Cerpen “Awesome Journey” Diselenggarakan oleh Yayasan Kehati dan Nulisbuku.com
 

“Itu namanya bintang AIRLISH ” kataku sambil ku tunjukkan setitik bintang di langit, bintang yang nampak begitu terang dibandingkan dengan bintang-bintang di sekelilingnya.
"Lihatlah jari telunjukku, ikuti arahnya ” pintaku.

“Sudah kau menemukannya ?"
 “Hmmm.” kau mengangguk.
"iya sudah warna kuning keemasankan?".
iya yang di sana itu yang paling terang 
 "Apa namanya tadi ?"

 "Airlish, tidak akan ada di dalam kamus, aku menamai sendiri tiga tahun yang lalu,
"Airlish ? ya Airlish artinya kedamaian " kataku.

"Jarang atau hampir tidak pernah sama sekali aku menemukan ribuan bintang di langit sana yang seindah malam ini, Terimakasih kamu telah membawaku kesini” katamu.

"Tahu nggak, hampir setahun sekali aku datang ke sini, , terkadang aku sendiri hanya sekedar untuk melihat bintang kedamaian di atas sana, menengok keberadaanya dan tahun ini tahun ke tiga aku melihatnya "

“Sebegitu istimewanya kah bintang itu “ katamu ,
Lalu kamu membetulkan letak sweetermu dan mengalungkan shal di lehermu
“Lihatlah dan rasakan ” kataku.
“Apa yang kau rasakan malam ini?”
Damai, damai di bawah hamparan bintang dan pelukan alam, selaksa ribuan kunang-kunang di sawah saat waktu kecil dulu aku sering melihatnya.

Persis,
Hanya dari sini dari tempat ini bintang, ribuan bintang seolah tidak malu-malu untuk menampakkan dirinya, mereka pamer akan keindahan dan kecantikanya untuk kita berdua sayang, mereka akan menghibur kita dan memanjakan mata kita.
ahh ternyata kerlipnya masih sama dengan tahun lalu bahkan kelihatanya semakin bertambah banyak..
Itu salah satu alasan aku selalu menyempatkan untuk singgah di sini ya hanya di sini aku bisa melihat airlish begitu menawan.

Malam ini angin tidak begitu kencang meniup, burung malam sesekali berkicau di dahan pohon cemara gunung yang menjulang, jangkrik hutan juga mulai bersautan , mengisi irama malam.

“ Tidurlah ke dalam tenda kalau kau mengantuk ” pintaku.

Api unggun yang tadi kita nyalakan masih menyisakan bara yang menyala merah, kau mengoreknya sesekali meniup biar nyala apinya bisa menghangatkan mu.

“ Sebentar lagi, aku masih ingin melihat bintang idamanmu ”.

“ Hehe pilihlah bintangmu sendiri dan berilah nama sesukamu ” pintaku.

“ Hmmm, apa ya nama yang cocok?”
Aku menganggkat bahu "entahlah".

Kau mulai mendongakkan kepalamu mata indahmu mulai menelusuri langit luas itu! katamu sambil menunjuk bintang yang bersinar , sinarnya hampir sama dengar Airlish, bahkan bersebelahan hanya terpisah ruang gelap.

“Kamu melihatnya sayang ?” tanyamu.
“Sebelah kanan Airlish kan?”
“Iya …benar”
“Kira-kira akan kau beri nama apa  bintangmu itu sayang? ” Tanyaku.

“Bagaimana kalau NIZAMI? ”
“Nizami…hmmmm nama yang bagus” pujiku
“Nizami artinya cinta ” heheh kau tertawa mengartikanya.Sama itu pun tidak ada dalam kamus aku pun mengarang sendiri arti dan namanya “ lanjutmu.

“Hahaha..akupun tertawa, berarti kita sama-sama ngarang ” kau tertawa manis malam ini.

“Siapa yang perduli ” katamu dan kita pun tertawa lepas untuk sesaat lamanya.

Di bawah sana kerlip lampu kota pun berkelip namun hanya berupa hamparan sempit, tetap kalah indahnya jika dibanding kerlip ribuan bintang di langit sana , Airlish dan Nizami pun tertawa mengejek kekonyolan yang barusan kita buat, entah ke dua bintang itu menerima atau tidak nama yang kami berikan kepadanya.

Rambut panjangmu tersibak oleh angin malam yang mulai nakal.

“ Masuklah ke sleeping bag mu sayang, aku tidak rela angin malam menyentuh dan menggodamu" Pintaku.

“Makasih sebegitu cemburunya kamu dengan angin, ah gombal ” Katamu.

%%

Malam masih menyisakan denting lagunya, sebentar lagi meninggalkan dan kembali keperaduan, hanya tinggal menunggu beberapa jam lagi matahari dari timur sana akan terbit membaurkan semua bintang termasuk bintang Airlish dan Nizami yang disisa malam ini masih bersinar dengan terangnya.

Perlahan semburat jinga terlihat di ufuk timur, merah, kuning, orange berbaur menjadi satu , langit timur mulai memancarkan cahaya indahnya. Secara perlahan, semakin lama-semakin indah, inilah keindahan pagi.

Airlish dan Nizami perlahan menghilang ditelan cahaya matahari pagi seolah dia ingin mengucapkan selamat tinggal kawan terimakasih telah menemani malam –malamku, sampaikan salam buat kekasih hatimu.

%%

Air panas di dalam ceret kecil yang ku letakkan di atas kompor portabelku mulai berbunyi dan mendidih, uapnya terasa begitu menghangatkan. Aku menyiapkan dua gelas cantik, ku isi dengan coklat batangan yang masih tersisa dua bungkus. Perlahan ku tuangkan air mendidih tersebut ke dalam gelas dan jadilah dua gelas coklat panas pagi ini.

"Selamat pagi sayang ” bisikku, kau masih belum mau beranjak dari sleping bag mu
Sebentar lagi kita packing dan turun, dan ini coklat hangat semoga membuat pagimu semakin bahagia.

“ Terimakasih ya yang ” balasmu

"Ohhh iya dapat salam dari Airlish dan Nizami katanya dia senang kau beri nama Nizami, dia menitipkan ini kepadamu"

Kucium keningmu dan kubisikan “ Nizami menitipkan cinta kepadamu, i love you sayang ”

Merbabu, 2014
###                                    ###



No comments:

Post a comment

Damai Hati Ini Akan Selalu Ada

Hamparan sawah tandus menghampar sepanjang penglihatan dalam perjalanan ini, musim kemarau masih berlalu entah sampai kapan, bongkah...