Friday, 6 November 2015

#Lost in Kuningan 3 ( Wisata Sejarah Di Museum Perjanjian Linggar Jati )



Kota Kuningan menjadi salah satu kota/kabupaten yang tercatat dalam sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa ini, Desa Linggar Jati merupakan daerah sejuk di kecamatan Cilimus, kabupaten kuningan Jawa Barat yang merupakan tempat berdirinya museum Perjanjian Linggar Jati.

                                                                       Gedung utama


Museum ini menepati gedung tua yang dulu merupakan sebuah hotel yang digunakan untuk perundingan antara Belanda dan Indonesia dengan dimediatori oleh Inggris pada tahun 1946.

Perjanjian linggar jati merupakan perjanjian pertama antara pemerintah RI yang diketuai oleh Sutan Syahrir, dengan anggota Mr.Soesanto Tirtoprodjo, Dr.A.K gani, dan Mr. Muhammad Roem  sedangkan pihak belanda diketuai  oleh Prof. Ir Schermerhorn dengan anggota nya yaitu Mr.Van Poll, Dr.F. De Boer dan Dr.Van  Mook dan dimediatori oleh Lord killearn perwakilan inggris pada tanggal 11-13 November 1946.

Perjanjiaan ini dilatar belakangi  karena pihak Belanda masih belum mau mengakui akan kemerdekaan  Indoneesia yang telah diproklamirkan pada tanggal 17 agustus 1945.
Isi pokok perundingan Linggar jati antara lain:


  1. Belanda mengakui secara defacto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan meliputi     Sumatra, Jawa dan Madura.
  2.  Republik Indonesia dan Belanda akan bekerjasama dalam membentuk Negara Indonesia serikat yang salah satu Negara bagiannya adalah Republik Indonesia.
  3. Republik Indonesia  serikat dan Belanda membentuk uni Indonesia-Belanda dengan Ratu Belanda sebagai ketuanya, (sumber wikipedia)

Isi perjanjian tersebut sangat merugikan dari pihak Indonesia mengingat wilayah yang diakui hanya meliputi Jawa, Sumatra dan Madura, Namun demikian  dalam perjanjian itu juga adanya pengakuan akan berdirinya Negara Republik Indonesia  oleh dunia internasional.

Museum Linggar jati berisi tentang foto-foto sejarah, replika jalannya perundingan,serta peninggalan-peninggalan dalam perundingan baik meja dan kursi yang digunakan, kamar/kamar tidur untuk para delegasi .




                                                               Replika perjanjian

Museum Linggar jati sendiri tidaklah begitu luas, setelah beberapa menit mengelilingi dan melihat koleksi museum kita dimanjakan dengan hamparan taman yang luas, dengan pohon yang rindang dan taman yang indah namun sayang ketika saya datang kekeringan mengakibatkan rumput halaman mengering.

Mengunjungi museum perjuangan sedikit banyak memberikan pengetahuan akan nilai-nilai sejarah bangsa yang pernah ada, dan di museum Perjanjian Linggar jati ini nilai-nilai sejarah tersaji dengan lengkap terutama sejarah akan perjuangan bangsa dalam usaha untuk sebuah pengakuan dunia internasional bahwa ada Negara yang bernama Republik Indonesia telah berdiri.

                                                                  Team BJ


Untuk akses menuju museum ini kalau menggunakan angkutan umum agak begitu susah, dari kota kuningan kita bisa menyewa angkot, untuk biaya masuknya pun sangat murah dan terjangkau.

Museum ini ramai dikunjungi oleh siswa-siswa SMP maupun SMA, hanya sekadar untuk mengetahui sejarah dan latar belakang serta peninggalan dari sebuah perundingan yang tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
 



No comments:

Post a comment

Damai Hati Ini Akan Selalu Ada

Hamparan sawah tandus menghampar sepanjang penglihatan dalam perjalanan ini, musim kemarau masih berlalu entah sampai kapan, bongkah...