Sunday, 10 April 2016

Secangkir Kopi Dan Cerita Sore




Bagiku kopi sudah menjadi teman kesendirianku, teman menulis, membaca dan bercerita, ada banyak hal yang terungkap ketika rasa pahit kopi bersinggungan dengan suasana senja.

Dan secangkir vanilla latte ini menemani kebersamaan dengan secuil cerita bersama sahabat terbaik.
Sudah begitu lama rasanya aku tak bertemu dengan teman-teman semasa kuliah dulu, selepas kuliah mereka mencari dunianya sendiri, mencari dan menjalani hidup demi masa depan yang lebih baik.Hanya sebagian kecil saja terkadang kami berjumpa  sekedar ngopi di kedai dan bercerita sambil menikmati indahnya hidup.
 
Sore tadi cukup banyak aku bertemu teman-teman masa kuliah, ada Soujung,Herman, Dani, Ade, Mail, Sundari,Pipeh, Titin, Vira, Inge, dan Nungki bukan sebuah kebetulan namun pertemuan ini sebenarnya untuk menghadiri acara pernikahannya seorang sahabat kami Dewi Agustina yang digelar hari ini. (akhirnya lo nikah juga dew setelah penantian panjangmu…)
 
Banyak hal yang berubah, Bos ade yang semakin mirip politisi senayan, sudah membuktikan kejantananya dengan dikarunia anak pertamanya, tapi ada satu pertanya dari kami de..( lo bahagiakan boy….????

Mail yang juga sudah semakin mapan bersama keluarga kecilnya, Herman-Dani ahh untuk kedua sahabatku ini gw no comment kedua-duanya gak banyak mengalami perubahan tetap memegang teguh bahwa Jomblo adalah falsafah hidupnya, hidup Jomblo (semoga derita cinta kalian berahir tahun ini boy…aaminn)

Ada banyak cerita tentang mimpi, cinta dan persahabatan, kenangan masa kuliah dulu yang terasa begitu indah untuk kita kenang bersama dan kita bicarakan. Cukup lama kita bertemu dan bercerita tentang banyak hal yang pernah kita lakukan bersama.
Sebuah persahabatan akan mempunyai berjuta makna, akan terkenang disetiap saat, dan akan kita rindukan dikemudian hari, tanpa perduli waktu yang terus berputar menjadikan kita perlahan semakin menua.

Secangkir vanilla latte menemani kebersamaan kita dalam senja yang semakin meredup, bercerita tentang hidup, canda tawa mewarnai setiap waktu dalam kebersamaan  ini.
Kedai kopi ini cukup nyaman untuk kita bercerita, ada saat dimana kita harus mengenang masa-masa sulit, masa-masa penuh derita akan cinta, keuangan, dan banyak lagi, dan semuanya akan membuat kita tersenyum dikala mengingatnya, dan sore ini kita dibuat tertawa oleh kenangan masa lalu.

Dan aku menyadari sahabat akan tetap menjadi sahabat, ia akan menjadi bagian dalam dari perjalanan hidupku sebagai mana secangkir kopi akan menjadi secangkir kerinduan dan inspirasi disetiap waktu keramaian dan kesediriku.

@genk
@Kedai kopi gailais sumarecon

No comments:

Post a comment

Damai Hati Ini Akan Selalu Ada

Hamparan sawah tandus menghampar sepanjang penglihatan dalam perjalanan ini, musim kemarau masih berlalu entah sampai kapan, bongkah...