Tuesday, 10 May 2016

Aku Bodoh Maka Aku Ada



 
Dulu pada abad ke-16 seorang Rene Descartes  filsuf berkebangsaan Prancis mengungkapkan sebuah kalimat yang terkenal sampai saat ini yaitu " Cogito ergo sum “ yang artinya Aku Berpikir Maka Aku Ada.

Jika dijelaskan, kalimat "Cogito ergo sum" berarti sebagai berikut: Descartes ingin mencari kebenaran dengan pertama-tama meragukan semua hal. Ia meragukan keberadaan benda-benda di sekelilingnya. Ia bahkan meragukan keberadaan dirinya sendiri. Ia berpikir tentang keraguan-keraguan yang dialaminya , “Saya berpikir” merupakan suatu kebenaran karena tidak ada yang meragukan lagi. “Saya berpikir” adalah benar, karenanya pasti “ada”. Jika “saya berpikir” menjadi “ada”, maka kesimpulannya “saya berpikir, maka saya ada”. Cogito ergo sum (sumber: filsafat.ugm.ac.id)

Berpikir entah itu menuju pada kebenaran atau kesalahan pada ahirnya,  Namun ia tetap berpikir dan itulah intinya.
Saya terlau bodoh untuk bisa memahami kata-kata tersebut, ketika disodorkan pada pertanyaan ketika seseorang tidak berpikir, misalnya ketika seseorang pingsan atau tertidur apakah ia tidak ada?? Atau apakah sebuah keberadaan akan sesuatu hal hanya didasarkan pada pemikiran kita?? Ahhh..lupakan saja, terlalu berat untuk dicerna dengan kapasitas saya sebagai orang yang masih perlu banyak belajar ( bodoh ) tepatnya

Kalau boleh saya membuat kalimat serupa versi saya sendiri maka kalimat yang terlintas dalam detik ini adalah  tulisan " Aku Bodoh Maka Aku Ada "
Bukan tanpa maksud tertentu tapi sekadar untuk menyemangati diri agar lebih giat lagi untuk belajar dan terus belajar karena kebodohan saya memaksa saya untuk mencari ilmu dan hal yang baru dalam kehidupan yang saya jalani saat ini. Salah satu caranya adalah terus mencoba belajar, selalu membaca, dan berpetualang.

Namun terkadang minat membaca saya sangat rendah, untuk terus meningkatkan minat belajar dan membaca saya mencoba menjadikan diri sendiri merasa menjadi orang yang bodoh, agak aneh memang tapi hal ini cukup membuatku semakin menekuni hobi membaca.
Berpura-pura menjadi bodoh tepatnya, dengan merasa diri bodoh maka ada keinginan untuk memintarkan diri, mencari tahu berbagai macam ilmu pengetahuan, salah satu dengan terus memperbanyak membaca bacaan apa saja baik buku, Jurnal, majalah, koran, blog dll.

Anehnya semakin saya tahu sesuatu hal baru bukanya semakin pintar namun malah semakin merasa bodoh karena ternyata masih banyak hal yang belum saya tahu di dunia ini. Beruntung sayasaya  membaca ( Thanks God I’m Books Lover ) hal ini semakin membuat saya ingin mengetahui hal-hal yang selama ini belum saya ketahui lewat buku-buku yang saya baca.

Terkadang keingintahuan saya memaksa melakukan perjalanan baik bersama teman maupun sendiri untuk mencari pengalaman dan sesuatu hal yang baru dalam hidupku, sebuah kebahagiaan tersendiri ketika kita bisa menemukan pengalaman baru menambah pengetahuan dalam sebuah perjalanan hidup yang penuh makna.

Berpura-puralah menjadi bodoh walaupun sebenarnya kita pintar, ini akan meredamkan kita dari rasa berbangga diri dan kesombongan , Semakin saya tahu maka semakin besar ketidaktahuan saya akan banyak hal.

Ilmu / pengetahuan yang kita miliki ternyata amatlah kecil dibanding ilmu yang bertebaran di alam semesta ini. Kewajiban kita untuk terus mencari dan menuntut ilmu, hal ini selaras dengan sebuah hadist Nabi  “Carilah ilmu sejak bayi hingga ke liang kubur.”

“Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”. (QS. Al-Kahfi : 109).

Begitulah luasnya ilmu maka pantaskah diri ini menyombongkan diri dengan apa yang telah kita miliki...?

Sekali lagi bukan pembenaran atau menyalahkan dari kalimat “Aku Berpikir Maka Aku Ada “, atau kalimat versi saya “Aku Bodoh Maka Aku Ada “ yang ingin saya tekankan di sini, namun makna bagi diri sendiri presepsi diri dalam memahami secara bebas kedua kalimat tersebut. Tidak perduli benar atau salah tapi setidaknya saya mempunyai pendapat  sendiri.

Terserah pada anda mau setuju atau tidak dalam hal ini. :-)
Ahhh betapa kecilnya diri ini untuk memahami sesuatu hal di alam luas semesta ini..... tak salah rasanya jika aku mengatakan "
“Aku bodoh maka aku ada.... :-)"


10/5/16 @kontrakanReot
#efek mendem kopi
#Thanks God I'm Blogger

3 comments:

  1. Mantrap...ajib...semakin berisi maka akan semakin merunduk, itulah ilmu padi. Dan benar, sudah seharusnya begitu krn kesempurnaan hanya milik Allah SWT

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak titi, ya begitulah seharusnya.... thanks mbk

      Delete
  2. Mantrap...ajib...semakin berisi maka akan semakin merunduk, itulah ilmu padi. Dan benar, sudah seharusnya begitu krn kesempurnaan hanya milik Allah SWT

    ReplyDelete

Damai Hati Ini Akan Selalu Ada

Hamparan sawah tandus menghampar sepanjang penglihatan dalam perjalanan ini, musim kemarau masih berlalu entah sampai kapan, bongkah...