Saturday, 2 November 2019

Apa Kabar Buku Diary

Dulu sebelum internet berkembang seperti sekarang ini, ada satu hal yang wajib dimiliki bagi pelajar SMP/SMA khususnya pelajar perempuan yaitu buku diary.

Buku pribadi yang di dalamnya tertulis beberapa curahan hati pemiliknya, sebagian besar mencurahkan perasaan cinta terhadap teman sekolah, gebetan dan persahabatan.

Untuk generasi 90an mungkin masih terniang atau bahkan masih menyimpan diary terdahulu, ada berbagai macamnya mulai dengan yang sederhana dengan warna kertas yang cerah berwarna hingga yang ada gembok pengunci sehingga orang lain tidak bisa bebas membacanya.

Jaman terus berubah
Seiring perkembangan jaman, kemajuan tehnologi membawa dampak perkembangan bagi tingkah laku, kebiasaan masyarakat.
Begitu juga dengan menulis, menulis yang dulu biasanya melalui media buku, kini mengalami perkembangan diantaranya dengan berkembangnya blog-blog gratis yang menyediakan layanan / tempat untuk menulis dengan mudah, sehingga apa yang kita tulis dengan mudah dishare ke media sosial sehingga mudah untuk dibaca oleh orang lain.

Hal ini menyebabkan pamor dari buku diary pun mulai memudar tenggelam seiring berlalunya hari, kalaupun ada yang masih suka menulis dalam buku harian itu pun mungkin hanya beberapa orang saja jumplahnya  sangat sedikit.

Catatan harian saya.
Bisa jadi saya menjadi bagian yang sedikit itu, karena sampai saat ini saya masih berusaha menulis dalam diary saya yang saya sebut sebagai buku catatan harian.

Saya mulai menulis di dalam buku harian semenjak SMA, namun buku harian pertama tidak tau di mana rimbanya.
kemudian saat merantau dan mulai bekerja di jakarta, mulai menulis tentang cerita harian di kerjaan, kehidupan menjadi anak kos dan cerita tentang persahabatan.

Mulai senang jalan-jalan berpetualang disela-sela liburan kerja, naik gunung bersama teman-teman menjadi bahan cerita yang saya tulis di buku-buku  harian selanjutnya.

Merasakan dunia kerja sambil kuliah, masalah keuangan pun menjadi tema yang menarik untuk dituliskan.
Selanjutnya sampai saat ini kehidupan keluarga serta lika- likunya, tentang anak-anak yang mulai menikmati dunia kanak-kanaknya, tentang mimpi dan petualangan bersama keluarga  menjadi tema dalam buku catatan harian saya.

Hingga saat ini saya Sudah menghabiskan 5 buku yang saya isi dengan catatan harian , baik berisi tulisan tentang keluarga, perjalanan, persahabatan, puisi dan buku catatan tersebut juga sebagai tempat untuk menampung ide sementara ketika tiba-tiba  ide itu datang.

Ada perasaan sedih, senang, lucu ketika membaca lagi tulisan-tulisan yang sudah berusia 4-5 tahun lalu, dan terkadang tulisan tersebut merekam semua kejadian yang pernah saya alami baik tentang persahabatan dan lain sebagainya, memutar dan mengingatkan kembali tentang memori masa lalu, dan terkadang membuat saya tersenyum ketika saya membacanya.

Sekarang selain  menulis di blog pribadi, saya juga masih mempertahankan kegiatan menulis di buku harian .

Kepraktisan dan tidak memerlukan banyak waktu, tinggal ambil buku dan bolpein serta langsung menulis, hal itu yang membuat saya masih mempertahankan menulis dalam buku catatan.

Entah sampai kapan saya akan terus menulis dalam buku harian saya, berharap akan terus bisa menuliskanya tentang hidup, cinta, keluarga dll.

Kelak disaat usia semakin senja duduk manis bersama anak istri sambil membaca apa yang telah ditulis dalam buku catatan harian rasanya cukup membahagiakan, apa lagi cerita yang ditulis tentang cerita mereka saat masa telah berlalu.
@Genk

No comments:

Post a comment

Damai Hati Ini Akan Selalu Ada

Hamparan sawah tandus menghampar sepanjang penglihatan dalam perjalanan ini, musim kemarau masih berlalu entah sampai kapan, bongkah...